Skip to main content

Adnow

loading...

Demam pada Anak anda



Demam pada Anak Anda !!
Banyak para Ibu sedih dan khawatir ketika sibuah hatinya tidak ceria seperti hari-hari biasanya, nafsu makan berkurang,dan sering disertai dengan peningkatan suhu badan, dalam bahasa medis dikenal  hipertermia  atau demam.
Demam pada  anak memang tidak patut diremehkan, kejadian demam pada anak usia balita 75% kasus akibat infeksi dan sisanya ditimbulkan akibat gejala dari penyakit lain yang bersifat akut maupun kronis. Seseorang dikatakan Hipertermia atau  demam jika suhu tubuhnya mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius.
Keadaan demam ini  sebenarnya memiliki fungsi dan manfaat pada tubuh. Dengan meningkatnya suhu tubuh, merupakan pertanda sistem imun sedang menghancurkan dan memerangi infeksi yang masuk ketubuh agar tidak menyebar keseluruh tubuh.
Demam akan lebih sering terjadi pada bayi berusia enam bulan hingga lima tahun. Hal ini dikarenakan infeksi virus ringan seperti flu atau pilek, yang dapat diobati sendiri. Hasil gambar untuk mother and daughter



Penyebab demam
Demam timbul dari mekanisme pertahanan tubuh yang sedang melawan infeksi. Dalam dunia medis, demam pada anak merupakan symptom/gejala yang timbul akibat tubuh terpajan mikroorganisme, makrofag sebagai salah satu dari system imun yang berperang melawan infeksi melepaskan mediator kimia (pirogen endogen) yang meninduksi perlepasan prostaglandin (suatu zat kimia dalam tubuh). Prostaglandin akan meningkatkan pengaturan suhu tubuh di hipotalamus sehingga menyebabkan Demam. Demam juga dapat ditimbul oleh mikroorganisme seperti bakteri yang masuk kedalam tubuh dan mengeluarkan zat toksin seperti endotoksin dan eksotoksin yang  juga akan menginduksi perlepasan  prostaglandin.
Cara yang paling cepat, tepat, dan mudah untuk mengetahui apakah anak Anda sedang demam adalah dengan memeriksa suhu tubuhnya. Pemeriksaan suhu tubuh lebih efektif dilakukan dengan  memakai termometer. Jangan bergantung pada perabaan tangan untuk mengukur demam. Suhu anak bisa saja lebih tinggi dari yang diperkirakan. Di bawah ini adalah penyebab demam pada anak dari yang ringan hingga yang berbahaya:
·         Infeksi saluran pernapasan: bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Mulai dari pilek, flu, hingga radang tenggorokan.
·         Terjadi pertumbuhan gigi baru pada anak.
·         Efek samping imunisasi.
·         Sinusitis
·         Diare akibat makanan yang terkontaminasi (gastroentritis).
·         Disentri
·         Tifus
·         Cacar air.
·         Malaria
·         Demam berdarah.
·         Infeksi saluran kemih.
·         Pneumonia: inflamasi pada paru-paru, akibat infeksi bakteri.
·         Meningitis atau radang selaput otak.
·         infeksi darah.
Gejala yang Timbul
Gejala yang muncul akibat demam pada anak dan patut diwaspadai :
·         Tubuh anak menjadi jauh lebih lemas dan kesadaran berkurang.
·         .Lebih sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.
·         Mengalami gangguan dalam bernapas.
·         Reaksinya kurang responsif
·         Mengalami gejala-gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.
·         Muntah-muntah disertai sakit kepala atau leher yang terasa kaku.
·         .Mengalami sakit pada bagian dalam telinga.
·         Mengalami kejang-kejang.
·         Demam tinggi yang disertai ruam.
·         Bagian dalam dari bibir atau kulit  terlihat pucat atau mulai membiru
·         Mengalami muntah atau diare yang berkelanjutan dan tidak kunjung mereda.
Penanganan demam pada anak
Jika Anak Anda berusia 0-6 bulan dengan demam 38° Celcius atau lebih, sebaiknya  dibawa ke dokter segera untuk diperiksa. Untuk anak di atas 6 bulan, sebaiknya dibawa ke dokter jika telah menderita demam lebih dari 24 jam.
Jika anak mengalami demam, pastikan mereka minum banyak air yang agak dingin. Meski ketika anak tidak haus, usahakan untuk menyuruh mereka minum sedikit demi sedikit. Demam akan membuat anak kehilangan cairan lebih cepat sehingga risiko untuk terkena dehidrasi pun lebih tinggi. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti minuman bersoda atau teh.
Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen bisa diberikan kepada anak yang sedang demam. Tapi selalu ikuti petunjuk dan aturan pakai sesuai yang tertulis pada kemasan. Umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis yang diperlukan anak. Obat ini diberikan agar anak Anda merasa lebih nyaman dan tenang.  Hindari pemberian aspirin pada anak yang Efek Samping Obatnya lebih tinggi, yang dapat menyebabkan sindrom Reye, kerusakan fatal pada hati dan otak. 
Selain itu tindakan yang harus dilakukan pada saat anak Anda demam :


  • ·         Pastikan suhu udara ruangan cukup baik.
    ·         Berikan baju yang tipis agar panas tubuh bisa keluar.
    ·         Selalu memeriksa suhu tubuh anak secara teratur.
    ·         Gunakan termometer dan jangan mengandalkan rabaan tangan.
    ·         Kompres dengan air biasa atau yang agak dinginBuat lingkungan yang senyaman mungkin untuk anak Anda dapat beristirahat. Anak biasanya akan rewel saat sedang mengalami demam.
    ·         Tanyakan kepada dokter jika Anda ragu dengan pemberian dosis dan jangan menggabungkan obat-obatan tanpa mengetahui kandungan dan aturan pakainya.









Comments

Postingan populer